Melamar ke BUMN atau instansi resmi umumnya membutuhkan CV yang lebih formal dibanding perusahaan startup. Persyaratan bisa berbeda di setiap perusahaan dan periode rekrutmen, jadi selalu ikuti pengumuman resmi. Meski begitu, ada pola data yang hampir selalu diminta.

Data yang biasanya diminta

  • Data pribadi: nama lengkap sesuai KTP, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon, dan email yang aktif.
  • Pendidikan: jenjang, jurusan, institusi, tahun lulus, IPK, serta akreditasi institusi atau program studi bila disyaratkan.
  • Pengalaman kerja dan organisasi: posisi, nama perusahaan atau organisasi, periode, dan pencapaian utama.
  • Sertifikasi dan kemampuan bahasa: misalnya sertifikat keahlian atau skor tes bahasa Inggris bila diminta.
  • Keahlian yang relevan dengan formasi yang dilamar.

Struktur CV yang disarankan

  1. Judul Daftar Riwayat Hidup.
  2. Data Pribadi dalam format tabel dua kolom agar mudah dibaca.
  3. Pendidikan, dimulai dari yang terakhir, lengkap dengan IPK dan akreditasi.
  4. Pengalaman Kerja, lalu Pengalaman Organisasi untuk fresh graduate.
  5. Sertifikasi & Pelatihan serta Keahlian.

Tips agar lamaran tidak gugur di tahap administrasi

  • Pastikan nama, tanggal lahir, dan gelar sama persis dengan KTP dan ijazah.
  • Gunakan format tanggal Indonesia yang konsisten di seluruh dokumen.
  • Siapkan versi PDF dan Word karena sebagian portal atau panitia meminta format tertentu.
  • Lampirkan foto formal hanya jika diminta, sesuai ketentuan ukuran dan latar.
  • Periksa ulang batas ukuran file dan penamaan file yang diminta portal.

Template Formal BUMN sudah memuat tabel data pribadi, slot pas foto 3×4, IPK, dan akreditasi sehingga kamu cukup mengisi datanya.

Mulai susun CV formalmu dengan template Formal BUMN, lalu unduh dalam format PDF dan Word.